Ini adalah curhatan
yang pertama, jadi harap dimaklumi yah...
Jadi gini, sekarang
tahun 2014 kan? Selama 1 tahun ini, una udah lewati dengan banyak perasaan yang
bercampur aduk... karena banyak kisah yang una lupakan, oleh karena itu,
ceritanya loncat-loncat yah? (maaf deh)
Kita mulai dari
hari ulang tahun pada tanggal 12 Juni 2014,
Hari ulang tahu
dianggap sebagai hari yang spesial bagi banyak orang, tapi, dihari itu, saya
menemukan sebuah fakta yang tidak terlalu mengejutkan, fakta bahwa, “Laki-Laki itu cuek dan gengsi”,
buktinya, saat saya ulang tahu, gak ada satu cowok pun yang ngucapin selamat
ulang tahu (sebenarnya ada 2 orang, tapi yang satu saya paksa dan yang satu
lewat sosmed, dimana saya yakin bahwa dia Cuma iseng). Bahkan parahnya, Papya (panggilan
papa ver. una), Ian-Io (dua adik cowok saya, yang saya juluki “si iblis kembar”-sebenarnya mereka gak
kembar, mereka beda 4 tahun) tidak mengucapkan “selamat ulang tahun” (apa itu
repot yah?) trus yang buat kesal adalah Io (adik terkecil saya)
dia bilang “ka nia
ulang tahun?”
saya bilang “iya”
dia bilang “owh” (dengan
ekspresi senyum yang sangat polos)
trus gak dapat
hadiah lagi! Untungnya, saya punya teman yang baik, dia ngasih hadiah berupa
kain flanel yang ia jahit, bentuknya bulan sama matahari (saya sama dia itu
penggemar anime “naruto”, saya suka naruto, dia suka hinata. Naruto=matahari
dan hinata=bulan) dia suruh milih mau ngambil yang mana, dan saya milih yang
bulan, kalian tahu kan alasannya? Ya begitulah alasannya, dan dihadiahnya itu,
ada surat gitu, dan surat itu, saya simpan dan sempat dipajang depan cermin.
Kemudin, kita
lanjutkan ke bulan desember, ini adalah bulan yang cukup banyak dipenuhi
masalah, nih gosipnya:
#Saya digosipin
sama teman sekelas saya sendiri (padahal,
saya sama dia itu teman baik, kita sama-sama otaku, makanya akrab, semenjak
gosip itu, kita gak akrab lagi, ngeselin tuh yang buat gosip)
#Saya digosipin
sama temannya sahabat saya (yang ini, baru sekali chatting, beberapa hari
kemudian langsung digosipin, padahal, liat orangnya aja belum)
#Saya digosipin
sama guru saya (ini yang paling gak masuk akal, gila yang bilang gosip ini
benar!)
#Saya dibilangin
kalau tambah dewasa dan terlalu dewasa (teman main ane banyak yang kurang
dewasa)
#Saya dibilangin
tambah jahat
#Ada teman yang
marah sama saya, sebenanrnya, kalau dia tahu yang sebenarnya, dia gak akan
marah (yang satu ini, saya diamin aja)
#Saya dibilang
tukang Adu Domba (padahal, saya gak pernah buat orang-orang musuhan)
#Pertemanan saya
dan dua teman baik saya jadi memburuk
Yah,, kurang lebih
seperti itu kisah buruknya,, karena ini curhat, ceritanya buruk dulu yah,
kapan-kapan curhat yang versi menyenangkan deh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar